Kontraktor Spesialis Kubah Masjid

Menerima pebuatan kubah masjid enamel

Jumat, 05 April 2013

Keanggunan Masjid Bir Ali Di Madinah

Bir Ali adalah nama salah satu masjid yang ada di Madinah. Letaknya tak jauh dari Kota Madinah. Jika menggunakan kendaraan, hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit. Masjid ini selalu penuh sesak diisi oleh ratusan bahkan ribuan jamaah umrah atau haji dari berbagai belahan dunia. Tujuannya hanya satu, yaitu mengambil miqat untuk memulai umrah, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Miqat adalah tempat memakai ihram dan juga tempat berniat umrah. Saat miqat, pria harus sudah memakai pakaian khusus untuk umrah dan haji yang bernama ihram.

Berbagai ketentuan pun diberlakukan saat umat Muslim telah mengambil miqat. Untuk pria sudah tidak boleh memakai alas kaki yang menutup mata kaki, tidak memakai pakaian yang dijahit dan tanpa penutup kepala. Wanita sudah harus menutup aurat dan hanya boleh menampakkan telapak tangan dan wajah. Bahkan tidak diperbolehkan mengenakan cadar.

Meski tujuan awal datang ke Masjid Bir Ali adalah untuk mengambil miqat, kenyataan yang didapat lebih dari itu. Para jamaah umrah atau haji justru bisa melihat langsung kondisi sebuah masjid yang paling bersih, cantik dan anggun di Madinah, selain Masjid Nabawi tentunya.

Masjid Bir Ali tampak sangat bersih. Hampir dipastikan pada setiap langkah, Anda tidak akan menemukan sampah yang berserakan. Begitu pula dengan kamar mandinya.Kamar mandi di Masjid Bir Ali memang selalu ramai dan dipenuhi. Kebanyakan umat Muslim yang datang mengambil kesempatan untuk mandi, agar bersih saat berihram.

Meski selalu dipadati, kamar mandi di Masjid Bir Ali tidak kotor apalagi berbau tak sedap. Aroma wangi tersebar begitu semerbak di dalam kamar mandi.Masuk ke ruang salat, udara sejuk langsung menghantam seluruh tubuh Anda. Empuknya karpet Bir Ali dijamin menambah kekhusyukan ibadah salat atau pun mengaji Anda.

Keluar masjid, aneka pepohonan rindang menghiasi halaman masjid. Udara Kota Madinah yang semula terasa begitu membakar kulit, tiba-tiba berubah menjadi sejuk saat Anda berteduh di bawah pohon rindangnya.Inilah Masjid Bir Ali. Masjid penuh keanggunan di Kota Madinah.













































Masjid Yang Begitu Unik Banget

Masjid Sheik Nasser di Kuwait memang berbeda. Bentuknya yang lebih mirip dengan piramida membuat orang menyebutnya sebagai Masjid Piramida, seperti yang ditulis AOL Travel, Selasa (31/7/2012).

Masjid ini berada di kawasan Ras Salmiya, Kota Kuwait, Kuwait. Sesuai panggilannya, seluruh bangunan masjid ini berbentuk prisma atau piramida, sebuah desain unik yang dipilih oleh sang pemilik masjid, Sheikh Nasser.


Masjid Piramida ini dibangun berdiri tegak di atas tanah seluas 2.150 m2, dengan sebuah menara setinggi 50 meter berdiri tegak di sampingnya. Masuk ke ruang utama masjid, Anda dihadapkan dalam sebuah ruangan salat sebesar 30x26 meter.

Di belakang ruang salat, Anda bisa menemukan paviliun dua lantai dengan beberapa ruangan. Di lantai dasar terdapar ruang wudhu dan kantor pengelola masjid. Naik ke lantai dua, Anda langsung dihadapkan dengan ruang salat khusus wanita, perpustakaan dan pusat riset Islam.

Masjid ini selalu ramai di kunjungi pada hari Jumat. Selain digunakan sebagai lokasi salat Jumat, Masjid Piramida juga rutin dijadikan lokasi berdoa para jamaah usai salat. Biasanya, usai salat Jumat, para jamaah menggelar tikar di lingkungan masjid dan memulai doa siang yang panjang. Tak lupa, melantunkan puji-pujian kepada Sang Khalik.

Masjid Sheik Nasser ternyata dibangun pada tahun 1981. Dana yang dihabiskan pun cukup fantastis, yaitu US$ 3.000.000 atau senilai Rp 28 miliar. Hasilnya, sebuah masjid cantik dan unik telah berdiri dengan megah di Kuwait. 

Rabu, 03 April 2013

Bentuk Khas Masjid Al Irsyad

Masjid Al Irsyad merupakan sebuah masjid megah berdiri di tengah Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Diresmikan pada tahun 2010, Masjid Al Irsyad yang berarti "petunjuk" ini memiliki desain yang unik. Jika biasanya masjid identik dengan kubah besar atau menara yang menjulang tinggi, Masjid Al Irsyad berbentuk kubus mirip Ka'bah. Dinding masjid ini  dibuat berlubang-lubang membentuk kalimat syahadat. Jika lampu di dalam masjid dinyalakan, Masjid Al Irsyad akan tampak berpendar dengan cahaya syahadatnya.

Masjid ini mampu menampung 1.500 jamaah ini ingin mendekatkan jama'ah dengan alam, tampak dari sebagian bahan interiornya yang menggunakan batu alam sehingga memberi rasa teduh tersendiri jika berada di dalamnya. Mimbarnya pun diletakkan di arah kiblat yang bagian belakangnya dibiarkan terbuka tanpa dinding sehingga jama'ah bisa menikmati hijaunya pemandangan dan sejuknya udara Padalarang.

Sejak diresmikan 2010 lalu, bangunan ini sudah mencuri perhatian. Masjid yang terletak di Padalarang, Bandung ini masuk 5 besar Building Of The Year 2010 oleh National Frame Building Association, untuk kategori religious architecture.

Jika umumnya masjid memiliki kubah atau menara, Masjid Al Irsyad didesain mirip Ka’bah, berbentuk kubus dengan warna abu-abu. Desainnya sederhana, tidak banyak ornamen namun tetap memiliki keindahan tersendiri. Dinding masjid terbuat dari batu bata yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk celah yang terbaca sebagai dua kalimat syahadat.


Selain memiliki fungsi artistik, lubang-lubang ini juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Menjelang malam ketika lampu di dalam masjid mulai dinyalakan, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya berbentuk kalimat syahadat
“Ketika mendesain sebuah masjid, saya memikirkan bangunan kontekstual tapi kontemporer, ruang puitis, dan banyak makna.

Masjid ini dibangun oleh pengembang dari kawasan Kota Baru Parahyangan yaitu PT Belaputra Intiland. Disain dari bentuk bangunan masjid ini diarsiteki oleh Ridwan Kamil, salah seorang arsitek handal negeri ini.
Pembangunannya dilaksanakan sejak 07 September 2009 hingga selesai dan diresmikan pada 27 Agustus 2010.

Karena konsep dan desainnya yang cukup menakjubkan, maka beberapa penghargaan international sempat disandang oleh Masjid ini. Diantaranya penghargaan dari National Frame Building Association sebagai salah satu Building of The Year 2010 dalam kategori arsitektur religius. Dan karena memiliki konsep bangunan yang ramah lingkungan maka pada 2011, Masjid ini juga mendapatkan penghargaan sebagai FuturArc Green Leadership Award 2011 oleh Building Contruction Information (BCI).














Rabu, 20 Maret 2013

Masjid Masjid Tercantik & Terindah

1. Masjid Badshahi, Pakistan

Disebut masjid Badshahi atau masjid Raja, masjid ini terletak tepatnya di Lahore, Pakistan. Masjid indah dengan sentuhan India kuno ini mampu menampung sekitar 5.000 orang di bagian dalam. Dan lebih dari 95.000 orang di pelataran. Di tahun 1993, pemerintah Pakistan merekomendasikan masjid Badshahi sebagai salah satu peninggalan bersejarah dunia.





















2. Masjid Muhammad Ali, Kairo, Mesir

Masjid indah ini dibangun  tahun 1830-1848 oleh raja Muhammad Ali Pasha. Desain bangunan dibuat oleh Yusuf Bushnak, dari Istambul yang terinspirasi dari masjid Yeni. Tinggi masing-masing tiangnya mencapai 11 meter lebih dengan gaya Mesir yang khas di beberapa sentuhan.
























3. Masjid Terapung, Jeddah

Masjid Terapung ini merupakan  salah satu masjid yang paling sering dikunjungi karena keindahannya. Lokasinya berada di pantai laut Merah. Masjid ini merupakan tempat sakral yang kerap menjadi salah satu destinasi turis. Desain warnanya didominasi warna putih nan elegan dan bersinar saat diterpa sinar. Masjid ini tak hanya menarik turis beragama Muslim saja, mereka yang beragama lain juga dipersilahkan dan diterima dengan ramah di sini.



















4. Masjid Schwetzinger, Jerman

Masjid Schwetzinger terletak di dalam lokasi kastil Schwetzinger di Jerman. Kastil ini merupakan kastil yang dikunjungi saat musim panas saja. Letak masjidnya di tengah taman dikelilingi rumput luas dan sebuah kolam besar. 


















5. Masjid Kristal, Malaysia

Masjid Kristal ini terletak di daerah Terengganu, Malaysia, tepatnya di sebuah taman pulau Wan Man. Masjid ini dibangun sekitar tahun 2006-2006 dan diresmikan pada 8 Februari 2008 oleh Yang Dipertuan Agong ke-13 Sultan Mizan Zainal Abidin. Karakteristik masjid ini bercorakkan budaya China, kapasitasnya mencapai 700 orang dengan 4 menara besar di setiap sudut bangunan.


















6. Masjid Shah Faisal, Islamabad, Pakistan

Masjid Faisal atau sering disebut dengan nama  masjid Shah Faisal ini terletak di ibukota Pakistan, Islamabad. Namanya diambil dari Raja Faisal bin Abdul-Aziz dari Saudi Arabia, yang turut membiayai proyek masjid tersebut. Desainnya dibuat oleh Vedat Dalokay, seorang arsitek Turki terkenal pada jaman itu. Luasnya sekitar 5.000 meter persegi dan dapat menampung sekitar 10.000 orang di dalamnya. Namun, secara keseluruhan masjid ini dapat menampung sekitar 74.000 orang.

















7.  Masjid Umayyad, Damaskus, Syria

Damaskusmerupakan salah satu daerah tertua di dunia. Sehingga, tak heran apabila masjid Umayyad dianggap sebagai salah satu masjid terbesar, tertua, serta tersuci. Masjid ini kabarnya merupakan salah satu peninggalan dari perang Salib, yang melewati restorasi dan era kepemimpinan. Masjid ini merupakan perpaduan dari budaya yang dibawa umat Muslim dan Kristen, yang kental terlihat dari bentuk dan arsitektur bangunan.

















8. Masjid Putra, Masjid di atas air, Malaysia

Masjid bernama Putra ini dibangun di atas danau Putrajaya, dengan desain modern yang kokoh dan sentuhan warna pink di dinding dan kubahnya. Sentuhan desainnya merupakan perpaduan antara budaya Malaysia, Persia dan Arab. Bangunan masjid ini sebenarnya sangat sederhana. Ruangan utamanya berdiameter hanya seluas 36 meter persegi. Bangunan dalam masjid, mampu menampung sekitar 10.000 orang, dengan tambahan 5.000 orang di bagian pelataran masjid. Keindahan bangunan ini adalah terutama berdiri di atas air. Dari kejauhan, tampak seperti mengambang dengan dikelilingi pemandangan danau yang indah. 



Rabu, 13 Maret 2013

Masjid Cologne Di Buat Dengan Arsitektur Modern

Keberadaan Masjid Cologne Jerman ini, juga akan memicu munculnya pesta penyambutan warga Muslim lainnya. Diprediksikan, pada 2020 mendatang, sekitar dua pertiga penduduk Jerman akan memiliki akar keturunan asing, terutama Turki. Karenanya, banyak pihak di Jerman yang menilai pembangunan masjid ini akan menjadi pesta penyambutan bagi minoritas Muslim Jerman.

Masjid ini dibangun tahun 2008 ini berada di Distrik Ehrenfeld, tepatnya di lokasi masjid yang selama ini dikelola oleh komunitas Muslim Turki yang bernaung di bawah Turkish-Islamic Union for Religius Affairs. Masjid ini memiliki bangunan yang dapat menampung sekitar 2.000 orang jamaah secara bersamaan. Angka ini merupakan yang terbesar di Jerman. Memang, sejak awal desainnya, masjid ini bakal menjadi masjid terbesar di Jerman. Dan ke depannya, kompleks masjid juga akan menyediakan ruang komersial seluas 2.455 meter persegi.

Berbeda dengan kebanyakan bangunan masjid di negara-negara lain yang mengadopsi gaya tradisional, bangunan Masjid Cologne justru menerobos pakem-pakem yang selama ini banyak digunakan dalam arsitektur bangunan tempat ibadah umat Islam.Hal ini terlihat pada bagian kubah masjid yang tidak berbentuk separuh bola ataupun berbentuk kerucut (makhrut), setengah oval (al-ihliji), silinder (ustuwani), dan berbentuk bawang lancip ke atas.



Pada umumnya kubah masjid berbentuk setengah lingkaran, kubah pada bangunan Masjid Cologne lebih mengedepankan gaya arsitektur di era modern, yakni bentuk kubah geodesi. Kubah ini berbentuk hemister dan menggunakan kekisi sebagai rangka, sehingga menjadikannya lebih ringan. Perkembangan teknologi juga memungkinkan penggunaan cermin dan plastik sebagai padatan pada desain kubah.

Kubah dengan tinggi mencapai 35 meter ini dibuat seperti bola dunia yang transparan, sehingga bagian dalam masjid bisa terlihat dari luar. Bangunan masjid ini juga dilengkapi dengan dua buah menara setinggi 55 meter. Sementara eksterior bangunan utama, bangunan pendukung, dan menara masjid didominasi warna putih.





















Kamis, 21 Februari 2013

Masjid Inuvix Di Kutub Utara

Masjid pertama di kutub utara, Kanada ini  resmi dibuka Rabu . Masjid tersebut tiba di kota kecil itu bulan lalu, setelah menempuh perjalanan 4.000 kilometer (2.485 mil) melintasi daratan dan sungai. Sejumlah wartawan, termasuk para wartawan televisi Arab juga bergabung dengan kaum Muslim setempat untuk menghadiri 'grand opening' masjid tersebut.

Lokasi masjid diperkirakan tak jauh dari Inuvik, sebuah kota kecil yang berjarak 200 km dari kutub utara. Inuvik yang berarti ‘tempat para manusia’ ini memiliki populasi 3.700 jiwa di mana 75-80 jiwa di antaranya merupakan komunitas Muslim yang berasal dari Timur Tengah. Inuvik dikenal sebagai kota dengan harga barang pokok termahal di dunia. Hal itu disebabkan minimnya pasokan bahan pokok lantaran jaraknya yang jauh. Selama musim dingin, suhu kawasan itu tercatat minus 40 derajat

Pembangunan kerangka masjid ini sudah dimulai sejak April 2010 lalu. Pembangunan itu melibatkan duet Qasti dan Khalaf. Khalaf bertanggung jawab terhadap desain bangunan sedangkan Qasti bertanggung jawab terhadap konstruksi bangunan masjid. Setelah selesai bangunan berukuran 457 meter persegi ini bakal dilengkapi dengan menara, kursi, pintu dan mimbar untuk imam.





Masjid baru yang dijuluki 'little mosque on the tundra' oleh media Kanada itu, menawarkan ruang utama dengan karpet merah, dapur dan perpustakaan. Selain difungsikan sebagai tempat ibadah, masjid ini juga bisa dimanfaatkan sebagai gedung pertemuan warga dengan daya tampung hingga 3.500 orang. Kaum Muslim di kutub utara adalah imigran Sudan, Libanon, dan Mesir yang pindah ke Kanada untuk mencari pekerjaan dan kesempatan ekonomi.

Dalam perjalanannya ke kota kecil di Lingkaran Artika itu, masjid kecil ini hampir terbalik namun diselamatkan oleh petugas pembangunan jalan. "Bagi seluruh warga kota Inuvik ini adalah bangunan baru di kota ini, dan setiap orang disambut di sini.




















Jumat, 08 Februari 2013

Keunikan Masjid Wapauwe, Maluku

Masjid Tua Wapauwe adalah masjid yang sangat bersejarah dan merupakan masjid tertua di Maluku. Umurnya mencapai tujuh abad. Masjid ini dibangun pada tahun 1414 M.  Masjid yang saat ini masih berdiri dengan kokohnya, menjadi bukti sejarah Islam di Maluku pada masa lampau.

Sekilas tidak ada yang terlalu istimewa dengan Masjid Wapauwe di Kaitetu, Maluku Tengah. Namun  bangunan yang dikenal sebagai masjid tertua di Maluku itu terbuat dari sagu. Bukti sejarah kebudayaan Islam di Maluku telihat jelas dari berdirinya masjid penuh dengan nilai sejarah di Kaitetu, Maluku Tengah. Masjid tersebut bernama Wapauwe dan sudah ada sejak abad ke-14.

Di luar keistimewaan Masjid Wapauwe sebagai rumah ibadah bersejarah, ternyata ada keunikan yang dimiliki oleh bangunan ini. Hampir semua material masjid berbahan baku yang berasal dari tumbuhan sagu.
Masjid ini dibuat tanpa paku, semen dan bahan material lainnya yang biasa digunakan oleh sebuah bangunan. Masjid Wapauwe berdinding gaba-gaba atau pelepah sagu yang dikeringkan. Atapnya diselimuti daun rumbia yang selalu dirawat dengan baik. Bangunan utama masjid berukuran hanya 10 x 10 meter saja. Namun, kemudian dibangunlah ruangan tambahan berukuran 6,35 x 4,75 meter.

Selain unik, rupanya masjid ini juga diselimuti mitos. Menurut cerita yang berkembang di tengah masyarakat, dulu sebenarnya Masjid Wapauwe tidak terletak di Kaitetu, tapi di Tehala, desa yang berada di atas bukit dan tidak jauh dari Kaitetu. Masyarakat Tehala berpindah ke Kaitetu tentu tanpa membawa masjid tersebut.

Akan tetapi, pada suatu pagi ketika masyarakat bangun dari tidurnya, Masjid Wapauwe secara gaib telah berada di tengah-tengah pemukiman penduduk di Kaitetu!

“Menurut kepercayaan kami (masyarakat Kaitetu), masjid ini berpindah secara gaib. Karena menurut cerita orang tua kami, saat masyarakat bangun pagi ternyata masjid sudah ada,” ungkap warga Kaitetu,
Secara logika, hal itu tentunya tidak masuk akal. Bagaimana caranya masjid berpindah posisi dengan sendirinya dari atas bukit ke pesisir pantai. Namun hal itulah yang dipercaya masyarakat Kaitetu.

Hingga saat ini, Masjid Wapauwe masih digunakan sebagai tempat ibadah. Walaupun berada bukan di pusat kota dan sudah ada masjid baru di desa tersebut, tapi jamaah Masjid Wapauwe terbilang banyak. Selain masyarakat sekitar, banyak juga musafir yang jauh-jauh datang dengan sengaja untuk melihat dan merasakan bagaimana rasanya salat di dalam masjid yang terbuat dari sagu.

Banyak wisatawan yang datang di masjid ini selalu dimanjakan dengan keramahan masyarakat Kaitetu. Kecintaan masyarakat sekitar terhadap Masjid Wapauwe juga dibuktikan dengan merawatnya secara sungguh-sungguh. Bagi mereka, masjid ini adalah peninggalan nenek moyang yang tak ternilai harganya.

Tidak hanya eksterior, interior masjid juga masih sangat terawat. Di dalamnya terdapat bedug tua berukuran sedang yang masih sangat terawat. Yang paling menarik adalah adanya Al-Quran tulisan tangan yang sudah uzur. Al-Quran tersebut masih bisa digunakan, hanya saja kertasnya sudah mulai rapuh termakan usia.

Sepertinya setiap jengkal di Masjid Wapauwe adalah mukjizat. Semua pesona masjid sayang sekali jika dibiarkan begitu saja. Melengkapi Ramadan yang tinggal menghitung hari, tidak ada salahnya untuk berwisata religi ke masjid penuh sejarah dan pesona ini.